Yayasan Arroyyan Kalimulya – Pelajaran agama di kelas biasanya menyampaikan teori — apa itu jujur, apa itu sabar, apa itu tanggung jawab. Tapi memahami teori saja tidak cukup untuk membentuk karakter anak sehari-hari. Di sinilah mentoring akhlak untuk anak berperan, sebagai ruang yang lebih personal untuk membahas dan merefleksikan perilaku anak secara berkala, bukan sekadar menghafal definisi nilai-nilai baik.
Apa Itu Mentoring Akhlak?
Mentoring akhlak adalah sesi bimbingan yang berfokus pada pembinaan karakter dan perilaku anak, biasanya dilakukan dalam kelompok kecil bersama seorang guru pendamping atau mentor. Berbeda dari pelajaran agama formal di kelas, sesi ini lebih menekankan diskusi, refleksi, dan evaluasi perilaku sehari-hari anak.
Kenapa Program Mingguan Lebih Efektif Dibanding Sesekali?
Pembentukan karakter bukan proses instan. Sesi yang dilakukan rutin setiap minggu memungkinkan mentor memantau perkembangan anak dari waktu ke waktu, memberi umpan balik yang konsisten, dan membangun kedekatan yang membuat anak lebih terbuka membahas tantangan yang mereka hadapi, dibanding sesi yang hanya dilakukan sesekali dalam semester.
Apa yang Biasanya Dibahas dalam Sesi Mentoring Akhlak?
Refleksi Perilaku Sehari-hari
Anak diajak menceritakan pengalaman mereka sepanjang minggu, termasuk situasi yang menantang, dan bersama-sama mendiskusikan bagaimana seharusnya bersikap dalam situasi tersebut.
Pembahasan Nilai-Nilai Praktis
Nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, atau empati dibahas lewat contoh kasus nyata yang relevan dengan keseharian anak, bukan hanya penjelasan konsep secara abstrak.
Ruang untuk Bertanya dan Berdiskusi
Sesi ini juga menjadi ruang bagi anak untuk bertanya atau menyampaikan hal yang mengganjal, dalam suasana yang lebih santai dibanding kelas formal.
Manfaat Mentoring Akhlak bagi Perkembangan Anak
Program ini membantu anak menghubungkan nilai-nilai yang dipelajari secara teori dengan situasi nyata yang mereka hadapi, membentuk pemahaman moral yang lebih matang. Kedekatan dengan mentor juga memberi anak sosok yang bisa dipercaya untuk membahas hal-hal yang mungkin tidak mereka ceritakan pada orang tua atau guru kelas biasa.
Program Mentoring Akhlak di SDIT Ar Royyan
SDIT Ar Royyan menjalankan program mentoring akhlak mingguan sebagai bagian dari kurikulum terpadu yang menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter islami, berjalan bersamaan dengan pembiasaan ibadah harian seperti sholat dhuha dan sholat berjamaah.
Baca juga: Persiapan Psikotes dan Observasi Sebelum Masuk SDIT: Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua
Kesimpulan
Mentoring akhlak mingguan memberi ruang bagi anak untuk tidak hanya memahami nilai-nilai baik secara teori, tapi juga merefleksikannya lewat pengalaman nyata secara rutin. Pendekatan yang konsisten ini membantu pembentukan karakter berjalan lebih efektif dibanding pembinaan yang hanya dilakukan sesekali.
SDIT Ar Royyan Kalimulya menjadikan mentoring akhlak mingguan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan karakter siswa. Kuota pendaftaran per gelombang terbatas — segera daftarkan formulir online untuk mengamankan kuota di Gelombang 1.
FAQ Seputar Mentoring Akhlak untuk Anak
Apa bedanya mentoring akhlak dengan pelajaran agama di kelas?
Pelajaran agama di kelas umumnya bersifat teori dan mengikuti kurikulum formal, sementara mentoring akhlak lebih menekankan diskusi dan refleksi perilaku sehari-hari dalam kelompok kecil yang lebih personal.
Siapa yang biasanya memandu sesi mentoring akhlak?
Biasanya dipandu oleh guru pendamping atau mentor yang bertanggung jawab membina kelompok kecil siswa secara rutin setiap minggunya.
Apakah program ini berjalan bersamaan dengan pembiasaan ibadah lain di sekolah?
Ya, di SDIT Ar Royyan, mentoring akhlak mingguan berjalan bersamaan dengan pembiasaan ibadah harian seperti sholat dhuha dan sholat berjamaah sebagai bagian dari kurikulum terpadu.



