Yayasan Arroyyan Kalimulya – Di tengah padatnya jadwal belajar, sebagian sekolah islam terpadu tetap menyisihkan waktu khusus untuk sholat dhuha setiap pagi. Bagi sebagian orang tua, ini mungkin terlihat sebagai “waktu yang hilang” dari jam belajar. Tapi sebenarnya, manfaat sholat dhuha untuk anak jauh lebih luas dari sekadar ibadah rutin — ada dimensi kedisiplinan, ketenangan, dan pembiasaan karakter yang ikut terbentuk di baliknya.
Baca juga: Persiapan Psikotes dan Observasi Sebelum Masuk SDIT: Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua
Apa Itu Sholat Dhuha dan Kenapa Diajarkan di Sekolah?
Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan di waktu pagi setelah matahari naik sepenggalah, sebelum masuk waktu sholat dzuhur. Di sekolah islam terpadu, sholat dhuha biasanya dijadwalkan secara rutin sebagai bagian dari pembiasaan ibadah harian siswa, bukan sekadar materi yang diajarkan sebatas teori.
Manfaat Pembiasaan Sholat Dhuha untuk Anak
Melatih Kedisiplinan Waktu
Dengan jadwal sholat dhuha yang tetap setiap harinya, anak belajar mengikuti rutinitas dan menghargai waktu, sebuah kebiasaan disiplin yang juga bermanfaat di luar konteks ibadah.
Membangun Kebiasaan Ibadah Sejak Dini
Ibadah yang dibiasakan sejak kecil cenderung lebih melekat dan terasa alami saat anak dewasa nanti, dibanding jika baru dikenalkan di usia yang lebih besar. Pembiasaan rutin di sekolah membantu menanamkan kebiasaan ini secara konsisten.
Memberi Jeda untuk Refleksi di Tengah Aktivitas Belajar
Jeda singkat untuk sholat dhuha di tengah rangkaian kegiatan belajar bisa menjadi momen menenangkan diri, memberi anak waktu untuk “reset” sejenak sebelum melanjutkan aktivitas akademik berikutnya.
Bagaimana Sekolah Membiasakan Sholat Dhuha pada Anak
Umumnya sekolah menjadwalkan sholat dhuha secara berjamaah pada jam tertentu di pagi hari, didampingi guru yang turut membimbing gerakan dan bacaan bagi siswa yang masih dalam tahap belajar. Pembiasaan ini dilakukan konsisten setiap hari sekolah, sehingga menjadi rutinitas yang familiar bagi anak, bukan kegiatan sesekali.
Peran Orang Tua Melanjutkan Kebiasaan di Rumah
Kebiasaan yang dibangun di sekolah akan lebih kuat jika turut didukung di rumah. Orang tua bisa mengajak anak sholat dhuha bersama di akhir pekan atau hari libur sekolah, sehingga anak memahami bahwa ibadah ini bukan sekadar rutinitas sekolah, tapi bagian dari kebiasaan keluarga.
Pembiasaan Ibadah di SDIT Ar Royyan
Di SDIT Ar Royyan, pembiasaan sholat dhuha dan sholat berjamaah menjadi bagian dari kurikulum terpadu yang menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter islami, berjalan bersamaan dengan program mentoring akhlak mingguan dan program tahfizh Al-Qur’an harian.
Kesimpulan
Pembiasaan sholat dhuha di sekolah bukan sekadar rutinitas ibadah, tapi sarana melatih kedisiplinan, membangun kebiasaan spiritual sejak dini, dan memberi jeda menenangkan di tengah aktivitas belajar anak. Dukungan dari rumah membuat kebiasaan ini semakin kuat tertanam pada anak.
SDIT Ar Royyan Kalimulya menjadikan pembiasaan ibadah harian sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum terpadu di sekolah. Kuota pendaftaran per gelombang terbatas — segera daftarkan formulir online untuk mengamankan kuota di Gelombang 1.
FAQ Seputar Pembiasaan Sholat Dhuha untuk Anak
Sejak usia berapa anak sebaiknya mulai dibiasakan sholat dhuha?
Pembiasaan bisa dimulai sejak usia dini, disesuaikan dengan kemampuan anak mengikuti gerakan dan bacaan sholat, biasanya seiring anak mulai masuk jenjang TKIT atau SDIT.
Apakah sholat dhuha mengurangi waktu belajar akademik anak?
Waktu yang digunakan untuk sholat dhuha biasanya singkat dan terjadwal di sela aktivitas, sehingga tidak mengganggu porsi belajar akademik secara signifikan, justru bisa membantu anak lebih fokus setelahnya.
Bagaimana orang tua bisa mendukung kebiasaan sholat dhuha anak di rumah?
Dengan mengajak anak sholat dhuha bersama di hari libur atau akhir pekan, sehingga kebiasaan ini tidak hanya terasa sebagai rutinitas sekolah, tapi juga menjadi kebiasaan keluarga.



